Selasa, 09 Juni 2020

Manajemen Keuangan

Dalam mengelola keuangan bukan hanya dilakukan oleh usaha yang besar saja, melainkan usaha kecil dan menengah pun harus melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar karena kinerja keseluruhan suatu usaha bisnis sangat dipengaruhi oleh kinerja keuangan usaha yang bersangkutan. Jadi, semakin baik kinerja keuangan suatu perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan tersebut meraih sukses.

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan yang berisi perencanaan, pengaturan, pengarahan dan juga pengawasan segala aktivitas keuangan seperti pengadaan dan pemanfaatan dana perusahaan. Dalam artian lain manajemen keuangan dapat diartikan sebagai penerapan prinsip umum terhadap sumber daya keuangan yang dimiliki perusahaan.

Tujuan manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham.

Pentingnya pengetahuan tentang manajemen keuangan bagi pihak-pihak yang secara langsung terlibat dalam pengelolaan keuangan suatu perusahaan atau manajer keuangan, tetapi juga penting bagi pihak-pihak lain yang tugas atau kegiatannya secara tidak langsung berkaitan dengan masalah keuangan, seperti manajer pemasaran, manajer produksi, dan manajer sumber daya manusia. Hal ini mengingat tugas dan kegiatan yang dilaksanakan oleh manajer selain manajer keuangan mempunyai implikasi terhadap bidang keuangan, baik berupa dukungan dana maupun sebagai penghasil dana. Mengingat kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing manajer di dalam satu perusahaan saling terkait satu sama lainnya dan mempunyai implikasi terhadap bidang keuangan, maka pengetahuan tetang manajemen keuangan perlu dimiliki oleh para manajer lainya. Di samping itu, masalah keuangan yang dihadapi oleh perusahaan dewasa ini cenderung semakin kompleks karena terjadinya berbagai perubahan, baik lingkungan di dalam maupun di luar perusahaan.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan terdiri dari :
1.   Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan.
2. Keputusan Investasi, Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap atau Fixed Assets seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
3. Keputusan Pengelolaan Aset, Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan adalah sebagai berikut :
1.   Planning atau Perencanaan Keuangan, meliputi Perencanaan Arus Kas dan Rugi Laba.
2. Budgeting atau Anggaran, perencanaan penerimaan dan pengalokasian anggaran biaya secara efisien dan memaksimalkan dana yang dimiliki.
3.  Controlling atau Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan perusahaan.
4.  Auditing atau Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar sesuai dengan kaidah standar akuntansi dan tidak terjadi penyimpangan.
5.  Reporting atau Pelaporan Keuangan, menyediakan laporan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan dan analisa rasio laporan keuangan.

Hal yang pertama dari aspek keuangan adalah masalah memperoleh dana, bermacam-macam sumber tersedia. Setiap sumber mempunyai ciri tersendiri, seperti biayanya (bunga atau tingkat deviden), jatuh tempo serta besarannya dan hal-hal lain yang diisyaratkan oleh pemberi modal.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, seorang wirausaha atau direktur/manajer keuangan harus menentukan suatu campuran yang terbaik untuk memodali perusahaannya. Pengaruh terhadap kontinuitas usaha jangka panjang dan pemilik modal harus dipertimbangkan ketika keputusan ini diambil. Biaya-biaya untuk memperoleh sumber dana (biaya modal) misalnya biaya bunga dan lain-lain harus diperhitungkan. Hal ini untuk mengurangi resiko keuangan yang terjadi. Pemahaman akan sumber dan penggunaan dana harus benar-benar dipahami dengan seksama bagi wirausaha atau perusahaan, bagaimana macam-macam sumber dana untuk pembiayaan jangka pendek dan bagaimana macam-macam sumber dana untuk pembiayaan jangka panjang.

Hal yang pertama seorang wirausaha atau direktur/ manajer keuangan harus dapat mengawasi dan menentukan pengalokasian dana untuk berbagai kemungkinan penggunaan. Penggunaan sumber dana harus sesuai dengan rencana serta sasaran pokok usaha sehingga dapat memaksimalkan keuntungan bagi pemilik modal dan kontinuitas pengembalian pinjaman. Rencana dana harus ditetapkan terlebih dahulu dan ini merupakan bagian dari rencana usaha atau kelayakan usaha, tempat pengalokasian dana harus mengikuti prinsip pengelolaar keuangan yang telah ditetapkan dalam rencana tersebut. Rencana penggunaan dana jangka pendek berupa kas, surat berharga, piutang, dan persediaan termasuk dalam investasi aktiva lancar dan rencana penggunaan dana jangka panjang berupa tanah, gedung, pabrik, dan peralatan termasuk dalam investasi aktiva tetap.

Laporan ini memberikan beberapa hal. Pertama, laporan yang menggambarkan aktva dan kewajiban perusahaan pada suatu saat tertentu, biasanya pada akhir taun atau kuartal, laporan ini kenal sebagai neraca. gambaran pendapatan, biaya-biaya, pajak, dan Kedua, laporan rugi laba memberikan keuntungan dari perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun atau kuartal. Jika neraca menggambarkan posisi keuangan pada satu saat, laporan laba-rugi memberikan gambaran keuntungan selama jangka waktu tertentu. Dari kedua laporan ini (neraca dan rugi laba) beberapa informasi dapat ditarik, seperti laporan laba yang ditahan dan laporan sumber dan penggunaan dana yang secara garis besar telah diuraikan di atas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar